Tanpa Campur Tangan Chivu, Pio Esposito Sudah Dipinjamkan

Media asal Turin, Tuttosport menyingkap kemungkinan berbeda yang hampir mengubah perjalanan musim gemilang Francesco Pio Esposito.

Andai saja Inter Milan benar-benar berhasil mendatangkan Ademola Lookman pada bursa transfer musim panas lalu, besar kemungkinan sang striker muda, Pio Esposito tidak akan bertahan di Giuseppe Meazza.

Namun takdir berkata lain. Dan satu sosok punya peran krusial dalam perubahan arah tersebut: Cristian Chivu.

Francesco Pio Esposito: Dari “Super Sub” Jadi Pilar Serangan

Perkembangan Francesco Pio Esposito musim ini benar-benar impresif. Striker berusia 20 tahun ini tidak lagi sekadar pelapis atau “super sub” yang masuk untuk memberi napas bagi dua penyerang utama.

Dalam 31 penampilan di semua kompetisi sejauh musim ini, Pio mencatatkan 5 gol dan 6 assist. Namun kontribusinya tak berhenti pada angka statistik.

Peran Taktis yang Membuat Inter Lebih Hidup

Yang membuat Pio Esposito istimewa adalah kemampuannya:

  • Mengikat permainan di sepertiga akhir lapangan
  • Bermain cerdas dengan punggung menghadap gawang
  • Membuka ruang bagi pergerakan winger
  • Menjadi titik pantul serangan yang efektif

Dengan kecerdasan dan pengorbanannya, Inter kini memiliki variasi serangan yang jauh lebih dinamis. Ia menjadi pembeda nyata dibanding musim lalu, saat lini depan Nerazzurri terlalu bergantung pada duet utama.

Musim sebelumnya, nama-nama seperti Marko Arnautovic, Joaquin Correa, dan Mehdi Taremi kesulitan menjaga konsistensi ketika dipercaya sebagai pelapis.

Kini, dengan kehadiran Pio (serta tambahan seperti Ange-Yoan Bonny), Inter menjadi organisme yang hidup, berbahaya, dan tetap memiliki identitas kuat, terlepas dari variasi duet lini depan, entah itu kombinasi “Thu-La” maupun “Pi-La”.

Skenario Berpotensi Berbeda Jika Lookman Datang ke Inter

Pada musim panas lalu, manajemen Inter Milan dikabarkan bekerja keras untuk memboyong Ademola Lookman dari Atalanta.

Jika transfer itu terjadi, dampaknya sangat jelas:

  • Pio Esposito hampir pasti dipinjamkan
  • Kemungkinan ke klub papan tengah atau bawah Serie A
  • Tujuannya: menambah jam terbang dan “mengeraskan mental”

Strategi tersebut lazim diterapkan untuk pemain muda. Namun, dalam kasus Pio, keputusan berbeda diambil.

Dan di sinilah peran Chivu menjadi kunci.

Cristian Chivu: Sosok yang Mengubah Takdir Pio

Chivu bukan orang asing bagi Pio Esposito. Keduanya telah melalui perjalanan panjang bersama, sejak level akademi.

Di bawah arahan Chivu:

  • Pio berkembang di tim U-14
  • Meraih Scudetto Primavera 2022 bersama Inter
  • Mendapat fondasi taktik dan mentalitas kompetitif

Ketika wacana peminjaman Pio muncul pada musim panas lalu, Chivu dikabarkan menjadi pihak yang “menghalangi” keputusan tersebut. Ia percaya Pio siap menjadi bagian dari proyek tim utama.

Kepercayaan itu kini terbayar lunas.

Setelah sempat menjalani masa peminjaman di Spezia sebagai ajang pematangan, Pio kembali ke Inter dan langsung menunjukkan kedewasaan dalam permainan.

Kontraknya pun diperpanjang hingga Juni 2030, sinyal jelas bahwa klub melihatnya sebagai aset jangka panjang.

Inter Lebih Kompetitif dengan Kedalaman Skuad Nyata

Musim lalu, Inter beberapa kali gagal mencapai garis akhir meski berstatus favorit. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya alternatif serangan yang benar-benar setara dengan starter.

Kini situasinya berbeda.

Dengan Pio Esposito:

  • Rotasi menjadi lebih sehat
  • Tekanan pada striker utama berkurang
  • Variasi taktik semakin kaya
  • Intensitas serangan tetap terjaga

Keputusan untuk tidak meminjamkannya bisa jadi adalah “transfer terbaik” Inter Milan musim ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*