Inter Milan kini berada di punca klasemen Serie A musim ini dengan keunggulan meyakinkan.
Namun, dominasi tersebut tidak datang secara instan. Di bawah arahan pelatih anyar Cristian Chivu, Nerazzurri sempat mengalami fase naik-turun sebelum akhirnya menemukan ritme permainan yang membawa mereka melesat jauh dari para pesaing.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport via FCInterNews, bulan November menjadi titik balik kebangkitan Inter. Sejak saat itu, performa Lautaro Martinez dan kawan-kawan berubah drastis, dari tim yang inkonsisten menjadi mesin kemenangan yang sulit dihentikan.
Awal Musim yang Penuh Tanda Tanya
Inter sebenarnya membuka musim dengan cara spektakuler. Kemenangan telak 5-0 atas Torino pada pekan pertama Serie A sempat memberi sinyal bahwa era Cristian Chivu akan berjalan mulus.
Namun kenyataan di lapangan berkata lain.
Dalam 12 pertandingan pertama Serie A di bawah pelatih asal Rumania tersebut, Inter menelan Empat kekalahan. Performa yang tidak stabil membuat banyak pihak mempertanyakan kapasitas Chivu dalam menangani tekanan sebagai pelatih utama klub sebesar Inter.
Masalah utama saat itu bukan hanya soal hasil, tetapi juga konsistensi permainan. Inter kerap tampil dominan di satu laga, lalu kehilangan kontrol di pertandingan berikutnya. Ritme tim belum benar-benar terbentuk.
Kekalahan dari AC Milan: Awal Kebangkitan
Segalanya berubah setelah kekalahan menyakitkan dari AC Milan di Derby della Madonnina pada akhir November. Laga tersebut menjadi momen refleksi besar bagi skuad Inter.
Alih-alih terpuruk, Inter justru bangkit dengan cara luar biasa.
Sejak kekalahan itu, Nerazzurri mencatatkan 11 kemenangan dari 12 pertandingan Serie A terakhir. Satu-satunya noda dalam periode impresif tersebut hanyalah hasil imbang 2-2 melawan Napoli di kandang.
Selain laga tersebut, Inter tampil nyaris sempurna.
Transformasi Taktik Cristian Chivu
Kebangkitan Inter tak lepas dari sentuhan taktik Cristian Chivu. Mantan bek Inter itu mulai menemukan formula terbaik untuk memaksimalkan potensi skuadnya.
Beberapa perubahan kunci yang terlihat:
- Keseimbangan lini tengah lebih solid, dengan transisi bertahan-menyerang yang lebih cepat.
- Efektivitas serangan meningkat, terutama dalam memanfaatkan ruang di sisi sayap.
- Mentalitas tim menguat, terlihat dari kemampuan mereka mengunci kemenangan di laga-laga ketat.
Chivu tidak hanya memperbaiki struktur permainan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri tim setelah periode sulit di awal musim.
Inter Kukuh di Puncak Klasemen
Berkat laju impresif tersebut, Inter kini unggul delapan poin atas AC Milan yang berada di posisi kedua. Meski Rossoneri masih memiliki satu pertandingan sisa, kendali perebutan Scudetto sepenuhnya berada di tangan Nerazzurri.
Keunggulan ini memberi ruang bernapas bagi Inter dalam menghadapi jadwal padat, sekaligus mempertegas status mereka sebagai favorit juara Serie A musim ini.
Dengan konsistensi performa yang ditunjukkan dalam dua bulan terakhir, sulit membayangkan Inter kehilangan momentum begitu saja.
Faktor Mental dan Kedewasaan Tim
Selain aspek taktik, faktor mental menjadi elemen krusial dalam kebangkitan Inter. Kekalahan di derby seolah menjadi “tamparan” yang menyadarkan tim bahwa margin kesalahan di Serie A sangat kecil.
Sejak saat itu, Inter menunjukkan kedewasaan dalam mengelola pertandingan. Mereka tak lagi terpancing bermain terlalu terbuka, serta lebih sabar dalam membangun serangan.
Mental juara mulai terlihat.
Jalan Menuju Scudetto ke-21?
Sebagai 20 kali juara Italia, Inter tahu betul bagaimana menjaga konsistensi hingga akhir musim. Dengan keunggulan poin yang cukup signifikan dan performa yang stabil, peluang meraih Scudetto ke-21 terbuka lebar.
Namun, Serie A selalu penuh kejutan. Fokus dan konsentrasi tetap menjadi kunci utama.
Jika mampu mempertahankan level permainan seperti saat ini, era Cristian Chivu bisa saja dikenang sebagai awal dari periode dominasi baru Inter Milan di Italia.

Leave a Reply