Dimarco Tak Terbendung, Dominasi Serie A Hingga Eropa

Federico Dimarco tengah berada di puncak performanya bersama Inter Milan. Berkat statistik impresif dan kontribusi luar biasa di lapangan, pemain asal Italia tersebut kini disebut sebagai bek sayap kiri terbaik di Eropa.

Perubahan besar dalam karier Dimarco terjadi setelah kepergian Simone Inzaghi dan hadirnya Cristian Chivu sebagai pelatih. Di bawah arahan baru, sang pemain menunjukkan versi terbaiknya yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Statistik Bicara: Dimarco Tak Tertandingi di Serie A

Seperti yang dilaporkan La Gazzetta dello Sport, performa Dimarco musim ini sangat menonjol di antara para pemain bertahan Eropa.

Hingga saat ini, ia telah mencatatkan:

  • 6 gol dan 10 assist di semua kompetisi
  • Bek kiri paling produktif di Serie A
  • Salah satu pemain dengan kontribusi gol tertinggi di Eropa dari sektor pertahanan

Di antara lima liga top Eropa, hanya Grimaldo, bek kiri Bayer Leverkusen yang memiliki catatan lebih baik (11 gol dan 6 assist).

Hal ini menunjukkan bahwa Dimarco tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga menjadi motor serangan Inter.

Penguasa Statistik Liga Italia

Data resmi Serie A semakin menegaskan dominasi Dimarco musim ini. Ia memimpin di berbagai kategori penting, antara lain:

  • Assist terbanyak: 10
  • Big chance created: 21
  • Peluang tercipta: 59
  • Expected goals (xG) tertinggi di antara bek: 2,6
  • Tembakan per 90 menit: 2
  • Crossing ke kotak penalti terbanyak

Statistik ini menempatkan Dimarco sebagai bek paling ofensif dan kreatif di Serie A.

Senjata Utama Inter Lewat Bola Mati

Salah satu keunggulan utama Dimarco adalah akurasi umpan silangnya, terutama dari situasi bola mati.

Inter Milan menjadi tim dengan jumlah crossing sukses tertinggi di Serie A, yakni rata-rata 7,6 per pertandingan. Banyak gol Nerazzurri lahir dari sepak pojok, yang kini menjadi senjata rahasia mereka.

Tercatat, sekitar 20% gol Inter di Serie A berasal dari situasi bola mati, sebagian besar berkat kontribusi Dimarco.

Assist terbarunya pun kembali lahir dari sepak pojok yang akurat.

Unggul dari Para Bintang Eropa

Ketika dibandingkan dengan bek sayap elite Eropa, performa Dimarco tetap menonjol.

Salah satu pembandingnya adalah Nuno Mendes (PSG), yang musim ini mencatatkan 5 gol dan 4 assist.

Namun, Dimarco unggul dalam:

  • Jumlah peluang yang diciptakan
  • Tembakan per laga
  • Key pass per pertandingan
  • Intensitas duel dan tekel

Meski Mendes dan Carreras (Real Madrid) sedikit lebih unggul dalam aspek pemulihan bola, Dimarco tetap dominan dalam kontribusi ofensif.

Data juga menunjukkan bahwa Dimarco menjadi salah satu bek dengan sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan, menandakan agresivitasnya dalam menyerang.

Transformasi Total di Bawah Cristian Chivu

Perubahan terbesar dalam permainan Dimarco terjadi di era kepelatihan Cristian Chivu.

Musim lalu, ia sering ditarik keluar lebih awal. Dari 48 pertandingan, ia hanya menyelesaikan 90 menit penuh sebanyak 7 kali, dan 14 kali diganti sekitar menit ke-65.

Situasi itu berubah drastis musim ini.

Di bawah Chivu:

  • Dimarco menyelesaikan 17 dari 30 laga penuh
  • Rata-rata diganti di menit ke-85
  • Mendapat kepercayaan penuh sebagai starter

Manajemen menit bermain yang lebih baik membuat stamina dan konsistensinya meningkat signifikan.

Dari Kritik ke Pembuktian

Pada musim sebelumnya, Dimarco sempat menyindir Simone Inzaghi karena sering menariknya keluar di tengah pertandingan.

Kini, di bawah pelatih baru, ia membuktikan bahwa dirinya layak dipercaya penuh.

Hasilnya sangat jelas:

  • Lebih banyak duel dimenangkan
  • Lebih banyak tekel sukses
  • Peluang tercipta meningkat
  • Gol dan assist melonjak

Performa “Fede” versi terbaru ini menjadi bukti bahwa manajemen taktik dan fisik sangat memengaruhi kualitas pemain.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*