Insiden petasan yang terjadi di Cremona kembali memicu polemik di Italia. Aksi tak terpuji tersebut berpotensi membawa dampak serius bagi Inter Milan, termasuk ancaman sanksi penutupan Curva dan larangan tandang bagi para suporternya.
Situasi ini langsung mendapat perhatian dari Giovanni Carnevali, CEO sekaligus Direktur Umum Sassuolo, yang meluapkan kekesalannya terhadap kemungkinan hukuman tersebut.
Carnevali menilai sanksi kolektif justru merugikan banyak pihak, terutama klub tuan rumah dan suporter yang taat aturan.
Insiden Petasan di Cremona Jadi Sorotan Serius
Peristiwa peledakan petasan saat laga di Cremona menjadi salah satu insiden paling disorot dalam beberapa pekan terakhir. Federasi dan otoritas sepak bola Italia kini tengah mempertimbangkan hukuman tegas terhadap Inter Milan.
Sanksi yang mungkin dijatuhkan meliputi:
- Penutupan sektor Curva Inter
- Larangan bagi tifosi Inter untuk hadir di laga tandang
- Pembatasan jumlah penonton di pertandingan berikutnya
Jika benar diterapkan, hukuman ini bisa mulai berlaku saat Inter bertandang ke markas Sassuolo pada Senin, 9 Februari.
Carnevali: “Ini Sangat Membuat Saya Marah”
Dalam wawancara bersama jurnalis Gian Luca Rossi, Carnevali tidak menahan emosinya. Ia secara terbuka menyayangkan dampak besar yang ditimbulkan hanya karena ulah satu oknum.
“Jika Curva Inter disanksi, itu sangat membuat saya marah. Karena satu orang bodoh, semua pihak dirugikan,” tegas Carnevali.
Menurutnya, kehadiran suporter tamu bukan hanya soal atmosfer pertandingan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan finansial klub.
“Bagi kami sebagai klub, ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pemasukan, dan keberlanjutan juga bergantung pada hal itu,”
Dampak Finansial Bagi Sassuolo
Carnevali menekankan bahwa laga melawan Inter selalu menjadi kesempatan penting bagi klub seperti Sassuolo untuk meningkatkan pendapatan.
Beberapa manfaat kehadiran tifosi Inter antara lain:
- Peningkatan penjualan tiket
- Lonjakan pemasukan hari pertandingan
- Atmosfer stadion yang lebih hidup
- Daya tarik bagi sponsor dan media
“Kami harus menutup satu sektor dan tidak memberi kesempatan kepada para tifosi Inter untuk datang ke sini. Padahal kami punya Tribun Utara dengan visibilitas luar biasa. Tidak seperti saat bermain di San Siro, di mana fans ditempatkan di ring ketiga sampai nyaris tidak bisa melihat pertandingan. Kami memberikan layanan yang top, luar biasa,”
Stadion Aman, Tapi Tetap Kena Dampak
Carnevali juga menegaskan bahwa stadion Sassuolo selama ini memiliki catatan keamanan yang baik. Tidak pernah terjadi insiden besar yang melibatkan suporter.
Namun, karena keputusan sanksi bersifat menyeluruh, klub tetap harus menerima konsekuensinya.
“Di tempat kami tidak pernah terjadi masalah. Tapi tetap saja kami tidak diizinkan menerima fans Inter. Ini sangat mengecewakan,”
“Ini tidak adil, dan sudah saatnya berubah karena begini tidak bisa terus berlanjut. Orang-orang bicara tentang kehancuran sepak bola, dan ini juga bagian dari kehancuran sepak bola.”

Leave a Reply