Usai Kalahkan Cremonese, Chivu Soroti Masalah Inter di Babak Kedua

Inter Milan kembali menunjukkan mental juara setelah menaklukkan Cremonese dalam laga pekan ke-23 Serie A 2025-26, Senin (2/2/2026) dini hari WIB.

Meski meraih kemenangan penting, pelatih Cristian Chivu tak menutupi rasa kurang puasnya terhadap performa tim di babak kedua.

Dalam konferensi pers usai laga di Stadion Giovanni Zini, Chivu menjelaskan alasan di balik sikapnya yang terlihat emosional di pinggir lapangan. Menurutnya, Inter seharusnya bisa tampil lebih tenang dan efektif setelah unggul dua gol.

Chivu: Inter Kehilangan Intensitas

Cristian Chivu mengakui bahwa kekecewaannya muncul karena situasi pertandingan yang sebenarnya bisa dikendalikan dengan lebih baik oleh anak asuhnya.

“Yang membuat saya kesal adalah konteks pertandingan. Kami bisa melakukan lebih baik. Namun saya tetap mengambil sisi positif dari kemenangan ini dan kedewasaan tim dalam memahami cara memenangkan laga,” ujar Chivu.

Pelatih asal Rumania itu menyoroti bahwa dalam dua bulan terakhir, Inter kerap mengalami penurunan tempo di babak kedua, terutama saat sudah berada dalam posisi unggul.

“Kami berhasil unggul dua gol di babak pertama. Tapi di babak kedua, seperti yang sering terjadi dalam dua bulan terakhir, kami menurunkan tempo, dengan merasa bisa mengontrol tanpa intensitas tinggi,”

Bukan Soal Insiden Petasan Audero

Saat ditanya apakah emosinya berkaitan dengan insiden petasan yang mengenai Emil Audero, Chivu menegaskan bahwa hal itu bukan penyebab utamanya.

Menurutnya, fokus utama adalah bagaimana tim mengelola keunggulan.

“Bukan soal itu. Saya berbicara tentang keunggulan dua gol dalam jadwal yang padat. Wajar jika pemain mencoba mengelola pertandingan, tapi kami bisa melakukannya dengan lebih baik,” jelas Chivu.

Ia juga mengakui bahwa Cremonese mampu memberi tekanan melalui bola-bola panjang dan duel udara, yang membuat Inter sempat kesulitan menjaga stabilitas permainan.

“Cremonese tetap bertahan dalam pertandingan dan membuat kami kesulitan dengan bola-bola panjang,”

Masalah Terburu-buru dan Kurang Sabar

Chivu menilai Inter terlalu cepat melakukan serangan vertikal di babak kedua, sehingga kehilangan kontrol atas jalannya pertandingan.

“Kami terlalu terburu-buru untuk menyerang. Seharusnya kami bisa lebih sabar menguasai bola. Dalam momen seperti ini, yang penting bukan soal keindahan permainan, tapi efektivitas,” tegasnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Chivu menuntut timnya untuk lebih dewasa secara taktik, terutama saat menghadapi tekanan lawan.

Proses Dua Bulan yang Mulai Terlihat

Meski memberi kritik, Chivu tetap memberikan apresiasi kepada skuadnya. Ia menilai kerja keras selama dua bulan terakhir mulai membuahkan hasil positif.

“Semua ini datang dari proses yang kami jalani dalam dua bulan terakhir. Tim sudah memahami permintaan kami, bekerja keras setiap hari, dan berusaha menjadi versi terbaik di setiap pertandingan,” katanya.

Chivu menegaskan bahwa tujuan utama Inter saat ini adalah menjaga konsistensi agar tetap kompetitif di semua ajang.

“Kami ingin tetap kompetitif.”

Kemenangan Penting untuk Perburuan Gelar

Tambahan tiga poin atas Cremonese menjadi modal besar bagi Inter dalam persaingan papan atas Serie A.

Meski performa belum sepenuhnya sempurna, hasil ini memperkuat posisi Nerazzurri sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Dengan jadwal padat dan tekanan tinggi, Chivu berharap para pemainnya bisa terus berkembang, terutama dalam mengelola keunggulan dan menjaga intensitas sepanjang laga.

Jika Inter mampu memperbaiki detail-detail kecil tersebut, peluang mereka untuk meraih prestasi besar musim ini akan semakin terbuka lebar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*