Di Michele Bela Sommer: “Di Italia, Kiper Selalu Diingat dari Kebobolan”

Kritik terhadap Yann Sommer kembali mencuat di tengah performa Inter Milan yang tak mulus di Liga Champions musim ini.

Namun, mantan penyerang Serie A, David Di Michele, menilai sorotan negatif terhadap kiper asal Swiss itu sebagai cerminan budaya sepak bola Italia yang terlalu kejam dalam menilai peran penjaga gawang.

Berbicara kepada TMW Radio, Di Michele menegaskan bahwa publik kerap melupakan kontribusi besar seorang kiper dan hanya fokus pada satu kesalahan yang berujung gol.

“Sommer dikritik oleh para tifosi? Sayangnya yang selalu diingat hanyalah sisi negatif. Untuk seorang kiper, yang diingat hanya gol yang kebobolan. Di Italia kita terlalu esasperante (berlebihan),” ujar Di Michele.

Sommer di Tengah Sorotan: Realita Berat Kiper di Italia

Pernyataan Di Michele menggambarkan realita pahit yang kerap dialami penjaga gawang di Serie A.

Meski berkali-kali melakukan penyelamatan krusial, satu gol yang masuk sering kali langsung menghapus semua kontribusi positif di mata publik.

Dalam konteks Inter Milan, Sommer sebenarnya masih menjadi sosok penting di bawah mistar.

Pengalamannya, ketenangan dalam membangun serangan dari belakang, serta konsistensi membaca permainan tetap menjadi aset berharga bagi Nerazzurri, meski kritik terus berdatangan.

Liga Champions: Siapa Wakil Italia yang Paling Berpeluang?

Tak hanya membahas Sommer, Di Michele juga memberikan pandangannya terkait peluang klub-klub Italia di Liga Champions musim ini.

Menurutnya, Inter Milan masih menjadi wakil paling siap untuk melangkah jauh.

“Inter punya skuad paling lengkap untuk terus melaju. Juventus semakin membaik dan kemenangan atas Benfica memberi dorongan moral yang luar biasa,” jelasnya.

Ia menilai Napoli berada dalam posisi sulit akibat banyaknya pemain absen dan kedalaman skuad yang terbatas, situasi yang bisa membuat Antonio Conte kesulitan bersaing di Eropa.

“Napoli memiliki terlalu banyak pemain absen dan kedalaman skuad yang terbatas. Conte akan kesulitan di Eropa karena absennya para pemain sangat berpengaruh,”

Sementara itu, Atalanta dinilai masih menghadapi masalah klasik.

“Atalanta kurang pengalaman dan masih harus menemukan identitas yang jelas.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*