Gelandang Inter Milan, Nicolò Barella dinilai tidak sedang berada di performa terbaiknya, bahkan dalam beberapa laga terakhir mulai menjadi sasaran kritik sebagian tifosi Nerazzurri.
Sorotan terbaru datang dari Massimo Ambrosini. Mantan gelandang AC Milan dan tim nasional Italia ini mencoba mengurai penyebab penurunan performa Barella dalam analisanya bersama Cronache di Spogliatoio.
Ambrosini: Barella Kehilangan Ketenangan Selama 90 Menit
Menurut Ambrosini, masalah utama Barella bukan soal kualitas teknis, melainkan kondisi mental dan cara mengelola permainan sepanjang laga.
“Perasaan saya, dibanding sebelumnya, Barella kini kurang tenang dalam mengelola 90 menit pertandingan. Seolah-olah ia merasa harus selalu membuat aksi penentu,” ujar Ambrosini.
Tekanan untuk menjadi pembeda justru dinilai membuat Barella kehilangan spontanitas yang selama ini menjadi kekuatannya di lini tengah Inter.
Gol yang Tak Kunjung Datang Jadi Beban Mental
Ambrosini juga menyoroti absennya gol sebagai faktor yang memperparah situasi. Sebagai gelandang box-to-box, Barella kerap diharapkan mampu memberi kontribusi langsung dalam bentuk gol atau assist.
“Sebagai contoh, ia sedang kekurangan gol, itulah sudut pandang saya sebagai mantan gelandang,”
“Gol itu terasa hilang darinya,” lanjut Ambrosini.
Ia membandingkan Barella dengan pemain seperti Luis Henrique, yang mungkin tidak terlalu memaksakan diri untuk selalu melakukan penyelesaian akhir.
Barella, sebaliknya, terlihat terus mencoba, namun tanpa ketenangan yang dibutuhkan.
Terjebak dalam “Lingkaran Setan” Performa
Ambrosini menilai Barella kini berada dalam sebuah circolo vizioso atau lingkaran masalah. Keinginan kuat untuk berkontribusi justru membuat setiap keputusan terasa terburu-buru, sehingga efektivitasnya menurun.
“Barella tidak mampu menemukan momen yang tepat untuk melakukan penetrasi atau tembakan dengan ketenangan yang diperlukan agar aksinya benar-benar efektif. Ia terjebak dalam sebuah lingkaran setan,” jelasnya.
Situasi ini membuat setiap kegagalan kecil semakin menambah tekanan, baik dari publik maupun dari ekspektasi terhadap dirinya sendiri.

Leave a Reply