Capello Sebut Inter Merindukan Sosok Calhanoglu usai Kalah dari Arsenal

Kekalahan Inter Milan dari Arsenal dengan skor 1-3 di San Siro pada matchday 7 Liga Champions 2025-26 menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, yang memberikan analisis mendalam saat hadir sebagai pundit di studio Sky Sport.

Capello menilai Inter tampil di bawah ekspektasi, terutama dari sisi mentalitas dan kepribadian permainan. Menurutnya, Nerazzurri gagal menunjukkan karakter kuat yang dibutuhkan saat menghadapi tim elite Eropa seperti Arsenal.

Capello: Inter Kurang Personalitas di Laga Besar

“Saya mengharapkan lebih banyak karakter dari Inter,” ujar Capello tegas.

Ia menyoroti absennya figur sentral seperti Hakan Calhanoglu, yang dinilainya berperan krusial dalam mengatur tempo dan melakukan vertical play.

“Sosok seperti Calhanoglu sangat dirindukan, pemain yang tahu cara bermain secara vertikal,”

Menurut Capello, tanpa Calhanoglu, Inter kehilangan pemain yang mampu mengalirkan bola dengan cepat dan tajam ke lini depan. Padahal, saat Inter berhasil naik menyerang, potensi ancaman sebenarnya selalu ada.

“Saat Inter naik menyerang, mereka sebenarnya selalu bisa berbahaya,” tambahnya.

Arsenal Dipuji: Teknik Tinggi dan Kepribadian Kuat

Di sisi lain, Capello memberikan pujian tinggi kepada Arsenal. Ia mengaku sangat terkesan dengan kualitas teknik dan kepercayaan diri skuad asuhan Mikel Arteta.

“Arsenal bermain dengan teknik yang luar biasa. Mereka punya personalitas besar saat menguasai bola, dan itu membuat mereka sangat sulit direbut,” ungkap mantan pelatih AC Milan, Real Madrid, dan Juventus tersebut.

Perbedaan kualitas terlihat jelas, terutama dalam kecepatan sirkulasi bola. Arsenal dinilai selalu membuat keputusan tepat dan nyaris tidak pernah membuang bola secara percuma.

Masalah Struktur dan Ketimpangan Inter

Capello juga menyoroti masalah keseimbangan permainan Inter. Ia menilai Nerazzurri terlalu condong ke satu sisi dan kehilangan kekuatan di sektor kanan.

“Inter terlalu sbilanciata (tidak seimbang) dan sangat kurang di sisi kanan. Perbedaan kecepatan dalam mengalirkan bola sangat terlihat.”

Hal ini semakin diperparah oleh keunggulan teknis Arsenal, yang mampu menjaga penguasaan bola dengan disiplin dan kecerdasan taktik tinggi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*