Inter Milan kembali harus menelan pil pahit di Liga Champions 2025/26. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadio Giuseppe Meazza, Nerazzurri takluk 1-3 dari Arsenal dalam matchday 7 fase liga UCL, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.
Hasil ini menjadi kekalahan ketiga beruntun Inter di kompetisi elite Eropa, sekaligus memperpanjang catatan buruk mereka di laga-laga besar musim ini.
Sebaliknya, Arsenal tampil perkasa. Pasukan Mikel Arteta mempertahankan rekor sempurna mereka di Liga Champions berkat dua gol Gabriel Jesus dan satu gol penutup dari Viktor Gyokeres.
Arsenal Tampil Agresif, Inter Tertekan Sejak Awal
Inter datang ke laga ini dalam kondisi pincang. Beberapa pilar utama seperti Hakan Calhanoglu, Denzel Dumfries, dan Raffaele Di Gennaro absen, setelah sebelumnya Nerazzurri menutup tahun 2025 dengan kekalahan dari Atletico Madrid dan Liverpool.
Namun, tantangan kali ini terasa lebih berat karena Arsenal adalah satu-satunya tim dengan rekor sempurna di Liga Champions.
Arsenal langsung tancap gas sejak menit awal. Tekanan tinggi dan pergerakan cepat membuat lini belakang Inter kewalahan.
Gol pembuka pun lahir dari skema umpan cepat, saat Gabriel Jesus memanfaatkan situasi kacau di kotak penalti usai sepakan Bukayo Saka yang terdefleksi. Gol ini menjadi gol Liga Champions pertama Jesus dalam dua tahun terakhir.
Gol Spektakuler Sucic Beri Harapan, Tapi Tak Bertahan Lama
Inter sempat bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol indah Petar Sucic. Berawal dari kemelut di depan kotak penalti, bola jatuh ke kaki gelandang muda itu yang langsung melepaskan tembakan first-time ke sudut atas gawang. San Siro bergemuruh, harapan kembali menyala.
Namun, momentum tersebut gagal dimanfaatkan. Peluang emas kembali terbuang ketika Marcus Thuram menerima umpan matang dalam serangan balik, tetapi penyelesaiannya justru melambung jauh di atas mistar.
Set-Piece Arsenal Jadi Pembeda
Kesalahan Inter dimanfaatkan Arsenal dengan sangat klinis. Melalui skema sepak pojok yang rapi, Leandro Trossard menyundul bola ke mistar, yang kemudian memantul ke arah Gabriel Jesus. Tanpa kesulitan, striker Brasil itu mencetak gol keduanya malam itu.
Statistik mencatat, ini adalah pertama kalinya Inter kebobolan dua gol di kandang sebelum turun minum di Liga Champions sejak April 2011, sebuah catatan kelam yang menegaskan rapuhnya pertahanan mereka.
Babak Kedua: Inter Menyerang, Arsenal Menghukum
Di babak kedua, Inter mencoba mengambil alih permainan. Yann Sommer melakukan penyelamatan penting dari tembakan Eberechi Eze, sementara beberapa peluang Inter melalui Federico Dimarco dan Thuram gagal berbuah gol karena aksi gemilang David Raya.
Inter terus menekan, tetapi justru lengah di momen krusial. Saat semua pemain naik dalam situasi sepak pojok, Arsenal melancarkan serangan balik cepat yang diselesaikan dengan dingin oleh Viktor Gyokeres, memastikan kemenangan 3-1 bagi tim tamu.
Inter Tergusur dari 8 Besar Klasemen Liga Champions
Kekalahan dari Arsenal membawa dampak besar bagi posisi Inter Milan di klasemen Liga Champions. Nerazzurri keluar dari delapan besar dan kini turun ke peringkat ke-9 dengan koleksi 12 poin.
Situasi ini membuat persaingan lolos langsung ke babak 16 besar semakin ketat. Inter tak boleh lagi memiliki margin kesalahan, karena satu hasil negatif lagi di laga terakhir fase liga berpotensi membuat mereka harus melaju melalui babak play-off.
Tekanan pun kian besar bagi Cristian Chivu dan skuadnya untuk merespons cepat di laga-laga berikutnya.
Susunan Pemain
INTER (3-5-2): 1 Sommer; 25 Akanji, 15 Acerbi, 95 Bastoni; 11 Luis Henrique (17 Diouf 82′), 23 Barella (16 Frattesi 63′), 7 Zielinski (14 Bonny 82′), 8 Sucic, 32 Dimarco; 10 Lautaro (94 Esposito 63′), 9 Thuram.
Pelatih: Cristian Chivu
ARSENAL (4-3-3): 1 Raya; 12 Timber (4 White 64′), 2 Saliba, 3 Mosquera (6 Gabriel 74′), 49 Lewis-Skelly; 10 Eze (41 Rice 64′), 36 Zubimendi, 23 Merino; 7 Saka, 9 Gabriel Jesus (14 Gyokeres 74′), 19 Trossard (11 Martinelli 79′).
Pelatih: Mikel Arteta

Leave a Reply