Inter Milan bersiap menghadapi laga krusial Liga Champions 2025-26 melawan Arsenal pada matchday 7 fase liga, dan salah satu sosok yang menjadi sorotan jelang pertandingan ini adalah Marcus Thuram.
Striker andalan Nerazzurri itu berbicara kepada media dalam Matchday Programme Inter, mengungkap filosofi hidupnya di sepak bola serta memuji rekan setimnya, Nicolo Barella.
Awal Musim Impian Marcus Thuram Bersama Inter Milan
Marcus Thuram sejatinya menikmati awal musim yang luar biasa bersama Inter Milan di bawah arahan pelatih baru, Cristian Chivu.
Penyerang timnas Prancis itu langsung mencetak tiga gol dalam tiga penampilan awal musim ini di Serie A, menandai adaptasi cepatnya di sistem permainan Chivu.
Tak hanya itu, Thuram juga tampil gemilang di pentas Eropa dengan mencetak dua gol penentu kemenangan Inter pada laga pembuka Liga Champions melawan Ajax.
Performa tersebut sempat menempatkannya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di fase awal musim.
Cedera Hamstring Ganggu Konsistensi
Sayangnya, momentum apik tersebut terhenti akibat cedera hamstring yang dialami Thuram pada September lalu, saat Inter menang 3-0 atas Slavia Praha.
Cedera itu memaksanya menepi hingga November dan berdampak signifikan pada konsistensinya.
Sejak kembali merumput, Thuram baru mencetak Tiga gol dalam 11 pertandingan di Serie A dan Liga Champions.
Meski begitu, Chivu tetap menunjukkan kepercayaan penuh dengan kemungkinan besar kembali memasangkannya dengan Lautaro Martinez dalam duel melawan Arsenal.
“Sepak Bola Mengajarkan Saya Arti Tim”
Dalam wawancara tersebut, Thuram mengungkap pelajaran terpenting yang ia dapatkan dari sepak bola.
“Mencapai tujuan apa pun selalu membutuhkan tim,” ujar Thuram.
Ia juga menyebut pujian terbaik yang pernah ia terima adalah ketika orang-orang mengatakan dirinya rekan setim yang baik dan mampu membawa suasana positif ke ruang ganti.
Alasan Marcus Thuram Selalu Tersenyum
Marcus Thuram dikenal luas dengan ekspresi cerianya di lapangan. Ia pun menjelaskan makna di balik senyum yang selalu ia tunjukkan.
“Senyum membantu Anda memahami dan mengenal orang lain dengan cepat. Saya mulai bermain karena menikmati sepak bola bersama teman-teman,” tuturnya.
Menurut Thuram, meski sepak bola kini menjadi profesi dengan tekanan besar dan tuntutan hasil, ia tidak pernah melupakan bahwa olahraga ini adalah soal passion dan kerja keras.
“Hari ini, sepak bola adalah pekerjaan saya. Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih baik,” tambahnya.
Pujian untuk Nicolo Barella
Ketika ditanya kualitas apa yang ingin ia ambil dari rekan setimnya, Thuram tanpa ragu menyebut Nicolo Barella.
“Energi Barella. Dia punya energi yang luar biasa. Saya juga punya energi, tapi dia masih bisa mengejutkan saya setiap hari,” ungkapnya.
Tiga Kata Versi Marcus Thuram
Menutup wawancara, Thuram mendeskripsikan dirinya dalam tiga kata sederhana namun penuh makna:
“Bahagia, positif, dan penuh hasrat untuk bekerja.”
Dengan mentalitas seperti ini, Marcus Thuram diharapkan bisa kembali menemukan performa terbaiknya dan menjadi pembeda bagi Inter Milan dalam laga panas melawan Arsenal di Liga Champions.

Leave a Reply