Menjelang duel krusial Inter Milan vs Arsenal di matchday 7 Liga Champions 2025-26, satu nama mencuri perhatian publik Giuseppe Meazza: Manuel Akanji.
Bek asal Swiss milik Manchester City yang kini berseragam Nerazzurri itu mengisyaratkan kesiapannya untuk tampil di posisi gelandang, jika pelatih Cristian Chivu membutuhkannya.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan yang dikutip FCInterNews, pemain berusia 30 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya siap berkorban demi kepentingan tim, meski peran utamanya tetap sebagai bek tengah.
Pilar Baru Lini Belakang Inter Milan
Dikenal sebagai bek dengan kecerdasan taktik tinggi dan kemampuan membaca permainan, Manuel Akanji telah lama dianggap sebagai salah satu bek terbaik Eropa.
Meski sempat tersisih dari skema Pep Guardiola di Manchester City, Akanji justru menemukan kembali performa terbaiknya bersama Inter Milan musim ini.
Kehadirannya di San Siro langsung memberi dampak signifikan. Akanji dengan cepat melampaui nama-nama senior seperti Stefan de Vrij, Francesco Acerbi, hingga Yann Bisseck dalam hierarki bek tengah Inter. Ia kini menjadi tandem ideal bagi Alessandro Bastoni, sekaligus fondasi utama pertahanan Nerazzurri.
Tak heran, manajemen Inter dikabarkan telah memutuskan mengaktifkan opsi pembelian permanen dalam kesepakatan peminjaman dengan Manchester City.
Solusi Darurat di Tengah Absennya Calhanoglu
Absennya Hakan Calhanoglu membuat Chivu harus memutar otak. Dalam situasi darurat, Akanji muncul sebagai opsi realistis untuk mengisi lini tengah, sebuah peran yang sebenarnya tidak asing baginya.
“Saya tidak mengharapkan bermain di lini tengah,” ujar Akanji.
“Tapi saya bisa bermain di mana saja karena saya selalu memberikan yang terbaik untuk membantu tim. Peran utama saya adalah sebagai bek,”
Ia juga mengungkapkan pengalamannya saat masih di Manchester City:
“Di City, saya beberapa kali bermain sebagai ball-playing defender, dan saya bisa melakukan itu. Tapi posisi utama saya tetap di tengah dalam formasi tiga bek. Jika pelatih membutuhkan saya di lini tengah, saya siap.”
Inter Milan Semakin Solid di Bawah Cristian Chivu
Akanji juga menyoroti perkembangan signifikan Inter Milan sejak ditangani Cristian Chivu.
Menurutnya, perubahan paling terasa ada pada aspek organisasi permainan dan efektivitas.
“Kami jelas mengalami kemajuan. Secara defensif, kami lebih solid dan tidak lagi memberikan banyak peluang kepada lawan. Kami juga kebobolan lebih sedikit,” jelasnya.
“Secara ofensif, kami menemukan cara-cara menarik untuk mencetak gol,”
Pernyataan ini menegaskan bahwa Inter kini tampil lebih seimbang, faktor krusial untuk menghadapi tim sekelas Arsenal.
Hubungan Erat Akanji dan Cristian Chivu
Adaptasi cepat Akanji di Inter tak lepas dari hubungan harmonisnya dengan sang pelatih. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Chivu sudah terjalin sejak hari pertama kedatangannya.
“Sejak awal hubungan kami sangat baik. Kami sering berbicara, bahkan di antara pertandingan. Selalu ada detail yang dibahas, dan pelatih selalu tersedia,” katanya.
Masa Depan Masih Abu-Abu, Tapi Bahagia di Inter
Meski Inter siap mempermanenkannya, Akanji belum mau berbicara terlalu jauh soal masa depan.
“Saya sangat bahagia di sini dan berharap bisa terus di Inter. Soal musim panas nanti, kita lihat saja apa yang terjadi,”
Respek Tinggi untuk Arsenal Jelang Duel Liga Champions
Sebagai mantan pemain Premier League, Akanji sangat mengenal kekuatan Arsenal. Ia menyebut The Gunners sebagai salah satu tim terbaik di Eropa saat ini.
“Arsenal adalah salah satu yang terbaik di Eropa. Bukan yang paling kuat, tapi termasuk jajaran atas,” ungkapnya.
Namun, ia menegaskan Inter tidak kalah kualitas dan siap menghadapi tantangan besar.
“Kunci melawan tim besar adalah efektivitas. Kesalahan kecil bisa langsung dihukum. Kami harus klinis di depan gawang dan rapi dalam penguasaan bola.”
Target Inter Milan: Serie A dan Delapan Besar Liga Champions
Menutup pernyataannya, Akanji menyebut Bayern Munchen sebagai kandidat terkuat juara Liga Champions musim ini. Meski begitu, Inter tetap mematok target tinggi.
“Kami ingin memenangkan Serie A. Itu target setiap tahun. Di Liga Champions, kami ingin finis di delapan besar. Semua tahu apa yang bisa dilakukan Inter.”

Leave a Reply