Serie A Memanas: Inter dan Milan Tancap Gas, Napoli Tersendat

Perburuan gelar Serie A musim ini (2025-26) memasuki fase krusial. Jelang pekan ke-21, Inter Milan dan AC Milan mulai menjauh, sementara Napoli justru mengalami perlambatan yang membuat persaingan papan atas semakin menarik.

Setelah memainkan laga tunda akibat Supercoppa, klasemen kini mulai mencerminkan kekuatan riil tiap tim.

Inter dan Milan di Jalur Cepat

Tergelincirnya Napoli dalam beberapa pekan terakhir menjadi katalis kebangkitan dua raksasa Milano.

Inter asuhan Cristian Chivu melesat berkat konsistensi permainan dan kontribusi krusial Francesco Pio Esposito, yang kian menjelma pembeda. Nerazzurri kini memimpin klasemen dengan keunggulan meyakinkan.

Tak jauh di belakang, AC Milan racikan Massimiliano Allegri menempel ketat di posisi kedua.

Performa luar biasa Mike Maignan di bawah mistar serta kebangkitan Adrien Rabiot melawan Como kemarin menjadi kunci rentetan hasil positif Rossoneri. Dengan jarak hanya tiga poin dari Inter di puncak, AC Milan siap menekan kapan saja.

Napoli berada di posisi ketiga, tertinggal tiga poin dari Milan, namun kini mulai terancam oleh Juventus dan AS Roma yang mengintip peluang memperlebar persaingan menuju empat besar.

Angka Bicara: Statistik Menggambarkan Peta Persaingan

Statistik memberi gambaran jelas tentang dinamika Serie A musim ini:

  • Inter, Juventus, dan Atalanta memenangi 4 dari 5 laga terakhir
  • Inter mencatatkan 15 kemenangan, terbanyak sejauh ini
  • Milan hanya sekali kalah sepanjang musim
  • Inter juga menjadi tim paling produktif dengan 43 gol
  • Roma tampil solid di belakang dengan hanya 12 gol kebobolan

Angka-angka ini menegaskan betapa ketatnya kompetisi, terutama di papan atas.

Fokus Inter: Udinese Dulu, Arsenal Menyusul

Menjelang matchday 7 Liga Champions melawan Arsenal, tim paling gacor di Eropa saat ini, Inter harus cermat mengelola energi.

Chivu diperkirakan tetap menurunkan Lautaro Martinez, Federico Dimarco, serta mempertahankan Pio Esposito saat bertandang ke markas Udinese, yang kehilangan Nicolo Zaniolo.

Kedalaman skuad menjadi senjata utama Inter dalam menghadapi padatnya jadwal.

Milan Percaya Diri, Napoli di Bawah Tekanan

Milan baru saja melewati laga sulit kontra Como. Setelah goyah di babak pertama, Rossoneri bangkit berkat pengalaman, refleks Maignan, dan dua gol Rabiot.

Menghadapi Lecce yang sedang terpuruk dengan tiga kekalahan beruntun, Allegri diprediksi menurunkan Leao dan Pulisic sejak awal.

Sebaliknya, sorotan tertuju ke Napoli. Tim asuhan Antonio Conte yang kali ini absen di pinggir lapangan karena sanksi tercatat gagal menang dalam tiga laga beruntun.

Hasil imbang melawan Cagliari dan Parma dinilai sebagai poin yang terbuang. Kini, ujian berat menanti di Stadion Maradona melawan Sassuolo besutan Fabio Grosso, yang mengandalkan trio berbahaya Fadera–Pinamonti–Laurienté.

Juventus, Roma, dan Duel Menarik Pekan Ini

Juventus asuhan Luciano Spalletti terus melaju kencang. Sebelum bertemu Benfica di UCL, Bianconeri mengincar poin penuh di markas Cagliari, meski kemungkinan mengistirahatkan Kenan Yildiz yang belum sepenuhnya fit.

AS Roma mencoba bangkit usai tersingkir dari Coppa Italia. Duel melawan Torino jadi krusial, dengan Gian Piero Gasperini siap menurunkan duet Dybala–Soulé serta rekrutan anyar Malen.

Di laga lain, Bologna vs Fiorentina dalam Derby Appennino menjanjikan duel sengit, terutama antara dua bomber tajam Riccardo Orsolini dan Moise Kean.

Sementara itu, Lazio asuhan Maurizio Sarri menjamu Como asuhan Cesc Fabregas, tim muda penuh talenta yang masih mencari konsistensi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*