Zielinski: “Senang Rasanya Inter di Puncak”

Inter Milan sukses mengamankan Tiga poin krusial usai menumbangkan Lecce dengan skor tipis 1-0 pada laga tunda Serie A 2025-26 di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB.

Kemenangan ini semakin memantapkan posisi Nerazzurri di puncak klasemen, sekaligus memicu rasa puas dari gelandang asal Polandia, Piotr Zielinski, yang tampil sebagai regista darurat.

Gol semata wayang Inter dicetak oleh Francesco Pio Esposito yang masuk dari bangku cadangan.

Sang penyerang muda memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Lautaro Martinez untuk memastikan kemenangan penting bagi pasukan Cristian Chivu.

Zielinski Ambil Peran Calhanoglu

Absennya Hakan Calhanoglu karena cedera memaksa Chivu melakukan penyesuaian di lini tengah.

Zielinski dipercaya mengisi peran deep-lying playmaker, posisi yang menuntut visi, ketenangan, serta distribusi bola presisi.

Meski belum sepenuhnya tampil dominan, gelandang berusia 31 tahun itu menunjukkan ketenangan dalam penguasaan bola dan kemampuan membawa bola yang tetap impresif.

Namun, ia mengakui masih kurang tajam dalam umpan-umpan terakhir, terutama di babak pertama ketika tempo permainan Inter Milan cenderung lambat.

Reaksi Zielinski: Fokus Tetap Jadi Kunci

Usai laga, Zielinski tak menyembunyikan kegembiraannya bisa membawa Inter tetap berada di puncak klasemen Serie A.

“Selalu menyenangkan berada di puncak klasemen, tapi kami tahu masih banyak pertandingan dan poin yang harus diperjuangkan,” ujar Zielinski kepada DAZN.

Ia juga memuji perlawanan Lecce yang membuat Inter harus bekerja keras sepanjang pertandingan.

“Kami harus tetap fokus. Tidak ada laga yang mudah. Kami menderita melawan semua tim, termasuk Lecce malam ini. Karena itu kami harus selalu memberikan segalanya,”

Sentuhan Chivu di Ruang Ganti

Zielinski mengungkapkan bahwa Cristian Chivu memberikan instruksi penting saat jeda pertandingan. Pelatih asal Rumania itu meminta tim bermain lebih cepat dan memaksimalkan peran wing-back.

“Di babak pertama kami terlalu lambat dan terlalu lama memegang bola. Di babak kedua kami lebih agresif, dan akhirnya gol Pio datang,” tambahnya.

Perubahan pendekatan tersebut terbukti efektif, meski Inter tetap harus menunggu hingga menit ke-78 untuk memecah kebuntuan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*