Nama Cristian Chivu kian mendapat sorotan sejak menukangi Inter Milan. Tak hanya karena hasil di lapangan, tetapi juga karena kepribadian dan identitas sepak bola yang ia bawa.
Bahkan, Antonio Cassano, mantan striker Real Madrid dan timnas Italia, meyakini bahwa karier kepelatihan Chivu akan melampaui Nerazzurri.
Dalam pernyataannya di acara Viva El Futbol, seperti dikutip FCInter1908, Cassano menilai bahwa kualitas kepemimpinan Chivu sudah terlihat jelas, terlepas dari minimnya pengalaman sang pelatih di bangku cadangan.
“Saya mengenalnya. Anda bisa melatih 13 pertandingan saja, tapi jika Anda seorang pemimpin, maka Anda tetap pemimpin,” ujar Cassano.
Jiwa Pemimpin Sejak Usia Muda
Cassano mengingatkan bahwa Chivu bukan figur sembarangan sejak masih aktif sebagai pemain.
Ia pernah menjadi kapten Ajax di usia 20 tahun, sebuah bukti bahwa karakter kepemimpinannya telah terbentuk sejak dini.
Menurut Cassano, Chivu selalu memiliki identitas sepak bola yang jelas, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Pengalaman panjang Chivu di level tertinggi Eropa turut membentuk pandangan taktisnya saat ini.
Ia bukan sekadar mantan pemain hebat, melainkan figur yang memahami permainan secara mendalam.
Didikan Sepak Bola Kelas Dunia
Salah satu aspek menarik yang diungkap Cassano adalah kebiasaan Chivu berdiskusi soal sepak bola dengan Pep Guardiola saat keduanya masih di AS Roma.
“Mereka berbicara tentang sepak bola sepanjang waktu,” kata Cassano.
Menurutnya, diskusi intens tersebut berperan besar dalam membentuk cara berpikir Chivu sebagai pelatih.
Mentalitas analitis dan keberanian dalam menerapkan ide modern menjadi ciri khas yang kini terlihat jelas di Inter.
Warisan Berat, Pendekatan Berbeda
Cassano juga menyoroti konteks berat yang diwarisi Chivu saat mengambil alih Inter. Melatih Nerazzurri, katanya, adalah tantangan besar, mengingat klub telah menyia-nyiakan sejumlah peluang emas dalam beberapa tahun terakhir, termasuk gelar liga dan final Liga Champions.
Meski struktur permainan masih serupa dengan era sebelumnya, Cassano menilai ada perubahan signifikan dalam pendekatan.
“Formasinya sama, tapi idenya berbeda. Dia bermain lebih ke depan dan menekan,” jelasnya.
Pendekatan proaktif ini membuat Inter tampil lebih agresif dan berani mengambil risiko.
Sikap yang Membuatnya Istimewa
Hal yang paling mengesankan Cassano dari Chivu bukan hanya taktik, melainkan sikap.
“Dia tidak mengeluh, tidak mencari alasan, dan ingin bermain sepak bola,” tegasnya.
“Anda bisa mendengarkannya berbicara berjam-jam,”
Karakter inilah yang membuat Cassano yakin Chivu memiliki masa depan cerah di level yang lebih tinggi.
Menuju Panggung yang Lebih Besar?
Cassano menutup analisanya dengan prediksi yang cukup berani. Meski memuji dampak Chivu di Inter, ia menilai kebersamaan ini mungkin hanya sementara.
“Sayangnya untuk Inter, saya pikir dia ditakdirkan melatih tim yang lebih besar, entah di Premier League atau di Spanyol.” Pungkas Cassano.

Kamu cassano jadi pemain saja tidak becus mengurusi bakatmu… Bahkan kamu jadi pemain gagal dalam era sepak bola.. Tapi mulutmu seolah-olah kamu pemain besar yang bisa menjadi contoh pemain lain, hingga kamu menilai berkomentar pelatih atau pemain seenaknya sendiri… Dulu kamu merendahkan mr. Chivu kali pertama melatih inter… Sekarang kamu bilang sebaliknya… Provokatif provokator psntasnya kamu cassano