Cristian Chivu kembali menegaskan betapa ketat dan berbahayanya persaingan di Serie A setelah Inter Milan meraih kemenangan penting 2-0 atas Parma di Stadion Tardini pada pekan ke-19 Serie A 2025-26.
Hasil ini membuat Nerazzurri tetap kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan empat poin atas Milan dan Napoli, namun sang pelatih menolak larut dalam euforia.
Menurut Chivu, hasil-hasil pertandingan terbaru menjadi bukti bahwa tidak ada laga mudah di kompetisi tertinggi Italia.
Setiap tim mampu memberi ancaman, terlepas dari posisi mereka di klasemen.
Inter Manfaatkan Peluang, Chivu Tetap Waspada
Inter datang ke Parma dengan motivasi ekstra setelah mengetahui Napoli ditahan imbang 2-2 oleh Hellas Verona.
Peluang untuk menjauh di puncak klasemen terbuka lebar, tetapi Chivu sadar betul bahwa laga di Tardini tidak akan berjalan sederhana, apalagi menghadapi mantan klubnya sendiri.
Gol pembuka Inter tercipta berkat kecerdikan Federico Dimarco yang lolos dari jebakan offside usai menerima umpan Francesco Pio Esposito jelang turun minum.
Inter Milan sempat mencetak gol tambahan melalui Ange-Yoan Bonny, namun dianulir VAR akibat handball Marcus Thuram. Tak lama berselang, Thuram menebusnya dengan gol penentu kemenangan 2-0.
Chivu Puji Fokus dan Kedewasaan Tim
Usai laga, Chivu memuji sikap dan mentalitas anak asuhnya yang tetap fokus meski dihadapkan pada situasi sulit, termasuk kondisi cuaca yang menyulitkan.
“Serie A tidak pernah mudah. Setiap pertandingan menuntut pembuktian,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.
Ia menilai Inter tampil dewasa dalam membongkar pertahanan rendah Parma dan menunjukkan sikap yang tepat sepanjang pertandingan.
“Kondisi cuaca membuat pertandingan malam ini menjadi sangat sulit, tetapi kami bermain dengan matang, mencoba menembus pertahanan rapat mereka, dan melakukan lebih banyak umpan silang daripada pertandingan-pertandingan sebelumnya,”
Bahaya Selalu Ada di Serie A
Meski kini unggul empat poin, Chivu menegaskan bahwa statistik dan jarak klasemen bukan jaminan. Menurutnya, rasa lapar dan ambisi di atas lapangan jauh lebih penting.
“Serie A adalah liga yang keras. Tidak ada lawan yang bisa diremehkan. Bahaya selalu mengintai di setiap sudut,” tegasnya.
Peringatan ini terasa relevan menjelang duel krusial melawan Napoli akhir pekan nanti, yang bisa menjadi penentu arah perburuan Scudetto.
Parma Tetap Mengancam, Inter Tak Boleh Lengah
Chivu juga mengakui Parma sempat memberi ancaman serius, termasuk peluang Jakob Ondrejka yang membentur mistar gawang.
Ia menyoroti kekuatan serangan balik Parma, terutama melalui kemampuan Mateo Pellegrino menahan bola dan mendistribusikannya kepada pemain-pemain cepat seperti Ondrejka dan Oristanio.
“Setiap kali mereka mencegat salah satu umpan kami, Anda bisa melihat Parma berbahaya dalam serangan balik, terutama dengan kemampuan Mateo Pellegrino untuk menahan bola bagi rekan setimnya yang lebih cepat seperti Ondrejka dan Oristanio,”
“Kami seharusnya bisa mengalirkan bola lebih cepat dan mengirimkan umpan silang yang lebih berkualitas,” tambahnya.
Rotasi Cerdas Jelang Duel Scudetto
Dalam laga ini, Chivu melakukan rotasi terbatas untuk menjaga kebugaran skuad menjelang laga besar kontra Napoli. Meski demikian, Manuel Akanji tetap dipercaya mengisi lini belakang dan tampil solid.
“Akanji sangat penting, sama seperti Bisseck, Acerbi, dan De Vrij. Carlos Augusto juga tampil luar biasa di lini belakang.”

Leave a Reply