Kemenangan Inter Milan atas Bologna pada pekan ke-18 Serie A 2025-26 memantik diskusi panas soal komposisi lini tengah Nerazzurri.
Kali ini, sorotan datang dari Antonio Cassano. Dalam siaran langsung di kanal Viva El Futbol, mantan penyerang Timnas Italia itu melontarkan analisis tajam mengenai Dua gelandang Inter: Piotr Zielinski dan Davide Frattesi.
Komentar Cassano, seperti biasa, lugas, kontroversial, dan memancing perdebatan.
Cassano: Zielinski Punya Kualitas Elite, Mirip De Bruyne
Cassano tak ragu memuji kualitas Zielinski, meski dengan perbandingan yang berani.
Menurutnya, gelandang asal Polandia itu punya kelas teknik yang sangat tinggi.
“Zielinski adalah De Bruyne versi yang lebih lemah. Kualitasnya luar biasa, meski terkadang terlalu menikmati permainannya sendiri,” ujar Cassano.
Pernyataan tersebut menegaskan betapa Cassano melihat Zielinski sebagai gelandang kreatif dengan visi, sentuhan, dan kemampuan membaca permainan di atas rata-rata.
Meski tak menyamai level Kevin De Bruyne, peran Zielinski dinilai sangat krusial dalam menjaga keseimbangan dan kreativitas permainan Inter.
Di bawah arahan Cristian Chivu, Zielinski perlahan menjadi pusat sirkulasi bola dan opsi progresi serangan dari lini kedua.
Frattesi Dinilai “Rusak” di Era Inzaghi
Berbeda dengan pujian untuk Zielinski, Cassano justru melontarkan kritik keras terhadap penanganan Davide Frattesi. Ia menilai kesalahan terbesar terjadi sejak musim panas lalu.
“Kesalahan sudah terjadi pada bulan Juni lalu. Frattesi seharusnya pergi. Di era Inzaghi, dia dihancurkan, tidak pernah benar-benar dipertimbangkan,”
Menurut Cassano, dengan hadirnya pemain seperti Sucic dan Zielinski, posisi Frattesi semakin terpinggirkan.
Minimnya menit bermain dan ketidakjelasan peran membuat masa depannya di Inter kian suram.
“Dengan adanya Sucic dan Zielinski seperti sekarang, wajar jika Frattesi harus mencari klub lain,”
Juventus Satu-satunya Destinasi Ideal?
Dalam pandangan Cassano, Frattesi tetap memiliki nilai, tetapi bukan di Inter.
Ia menyebut Juventus sebagai satu-satunya klub yang cocok untuk menghidupkan kembali karier sang gelandang.
“Satu-satunya tim yang cocok untuk Frattesi saat ini adalah Juventus, untuk menjalankan peran seperti yang dulu dilakukan Perrotta bersama Spalletti,”
Cassano bahkan menutup kemungkinan kepindahan ke Roma, menilai gaya dan kebutuhan tim ibu kota tidak sesuai dengan karakter Frattesi. Peran box-to-box yang mengandalkan kerja tanpa bola dinilai lebih relevan dengan filosofi Juventus.
“Saya tidak melihatnya cocok di Roma,”
Waktunya Frattesi Pergi dari Inter?
Cassano menutup opininya dengan nada realistis. Meski mengaku menghormati Frattesi sebagai pribadi, ia menyarankan sang pemain untuk segera mencari jalan keluar jika kesempatan itu datang.
“Jika dia punya kesempatan untuk pergi, dia harus pergi. Saya menghormati orangnya, meskipun saya tidak terlalu mengagungkan kualitasnya sebagai pemain.”
Komentar ini mempertegas bahwa bursa transfer mendatang bisa menjadi momen krusial bagi Frattesi, baik sebagai titik balik karier, maupun penegasan bahwa Inter bukan tempat ideal baginya untuk berkembang.

Leave a Reply