Tahun 2026 bagi Inter Milan resmi dimulai malam ini di San Siro, saat Nerazzurri menjamu Bologna pada pekan ke-18 Serie A 2025-26, Senin (5/1/2026) pukul 02.45 WIB.
Menyambut laga tersebut, sosok yang menjadi sorotan dalam Matchday Programme resmi klub adalah gelandang muda asal Kroasia, Petar Sucic, yang berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya, karakter di lapangan, serta kekagumannya terhadap rekan setim.
Cinta pada Sepak Bola Sejak Sentuhan Pertama
Bagi Sucic, sepak bola bukan sekadar profesi, melainkan cinta yang tumbuh secara alami sejak kecil.
“Passion saya terhadap sepak bola lahir secara natural, seperti banyak anak lainnya. Begitu melihat bola pertama, saya langsung jatuh cinta. Kami selalu bermain di lapangan kecil di belakang sekolah, dan dari sanalah semuanya dimulai,” ujar Sucic.
Cerita sederhana itu menjadi fondasi perjalanan panjang yang kini membawanya berseragam Nerazzurri di panggung tertinggi sepak bola Italia.
Teknik, Visi, dan Mentalitas Pemenang
Saat diminta menjelaskan karakteristik yang membedakannya, baik di dalam maupun di luar lapangan, Sucic menyoroti tiga aspek utama: teknik, visi bermain, dan fleksibilitas posisi.
“Kemampuan teknis, visi permainan, serta membantu tim dengan bermain di berbagai posisi. Saya bangga dengan diri saya hari ini karena semua itu hasil kerja keras,” katanya.
Namun keunggulan Sucic tak hanya soal teknik. Secara mental, ia mengaku memiliki rasa lapar untuk menang dan tekad kuat dalam mengejar target.
Dari sisi karakter, saya memiliki rasa lapar untuk menang dan keinginan kuat mencapai target; saya adalah pribadi yang tidak pernah menyerah,”
Bonny, Sosok yang Ingin Ia ‘Curigai’ Kualitasnya
Menariknya, ketika ditanya kualitas siapa yang ingin ia ambil dari rekan setim, Sucic tak ragu menyebut satu nama: Bonny.
“Ada banyak kualitas dari rekan-rekan saya… tapi saya akan memilih kekuatan Bonny. Dia sangat kuat,” ungkapnya sambil tersenyum.
Pujian ini menjadi bukti betapa Sucic mengamati detail kekuatan rekan setimnya, sekaligus menunjukkan budaya saling menghargai di dalam skuad Inter.
Adaptasi Cepat dan Rasa Memiliki di Inter
Berbicara tentang adaptasinya di Inter, Sucic menggambarkannya dengan satu kata: luar biasa.
“Ketika saya tiba, saya langsung merasa menjadi bagian dari keluarga ini. Semua orang bekerja keras demi tujuan yang sama dan kami selalu turun ke lapangan dengan memberikan segalanya untuk menang,” katanya.
Atmosfer kekeluargaan dan ambisi kolektif menjadi faktor kunci yang membuat Sucic merasa nyaman dan termotivasi di lingkungan barunya.

Leave a Reply