Chivu Tegaskan Mental Juara Inter: “Kami Bangkit, Berambisi, dan Keinginan untuk Terus Berkembang”

Inter Milan membuka lembaran baru tahun 2026 dengan tekad besar. Menjelang laga Inter vs Bologna pada pekan ke-18 Serie A 2025/26, pelatih Nerazzurri, Cristian Chivu menyampaikan pesan kuat soal identitas, tanggung jawab, dan ambisi tim dalam konferensi pers pra-pertandingan di San Siro.

Laga yang akan digelar Senin, 5 Januari 2026 pukul 02.45 WIB ini bukan sekadar pertandingan pembuka tahun, melainkan juga ujian mental bagi Inter yang saat ini berada di puncak klasemen.

Chivu: Tanggung Jawab Besar Tak Pernah Berubah

Chivu menegaskan bahwa status Inter sebagai klub besar selalu datang dengan ekspektasi tinggi.

“Tanggung jawabnya tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Inter punya ambisi besar dan ekspektasi tinggi,” ujar Chivu.

Menurutnya, Bologna bukan lawan sembarangan. Dalam beberapa musim terakhir, mereka konsisten menyulitkan siapa pun berkat struktur permainan yang solid.

“Kami tahu laga besok akan sulit melawan tim yang telah menimbulkan masalah bagi siapa pun dalam beberapa tahun terakhir karena Bologna adalah tim dengan identitas jelas dan intensitas tinggi,”

Alasan Bologna Sulit Dikalahkan

Chivu membeberkan alasan mengapa Bologna selalu menjadi lawan yang rumit bagi Inter dan tim-tim besar lain.

Bologna dinilai memiliki:

  • Identitas permainan yang sangat jelas
  • Intensitas tinggi di setiap fase pertandingan
  • Winger kaki terbalik yang berbahaya
  • Kemampuan mengisi kotak penalti dengan timing sempurna
  • Pressing ketat man-to-man saat bertahan

“Mereka agresif, terorganisir, dan selalu cepat kembali ke belakang garis bola. Itu yang membuat pertandingan melawan mereka sangat menantang,” jelas Chivu.

Puncak Klasemen Bukan Alasan Berpuas Diri

Meski Inter memimpin klasemen, Chivu menolak rasa puas diri. Ia menekankan bahwa tim besar harus terus berkembang.

“Kami harus selalu melakukan segalanya dengan lebih baik. Tim yang ingin kompetitif harus terus menambahkan sesuatu. Rasa tanggung jawab dan ambisi tidak boleh pernah hilang,”

Pernyataan ini menegaskan filosofi Chivu: konsistensi dan peningkatan berkelanjutan adalah kunci kesuksesan.

Soal Sindiran dan Polemik dari Luar

Chivu memilih bersikap tenang menghadapi komentar dan sindiran dari luar Inter.

“Bagi saya itu tidak berarti apa-apa. Sepak bola harus tetap menjadi olahraga, bukan ajang polemik yang tidak konstruktif,”

Sikap ini menunjukkan fokus penuh Chivu pada perkembangan tim, bukan pada hiruk-pikuk media.

Rumor Cancelo? Chivu Tegas Bela Skuadnya

Nama João Cancelo ramai dikaitkan dengan Inter pada bursa transfer Januari. Namun Chivu memilih berdiri di belakang pemain yang sudah ia miliki.

“Saya ingin berbicara tentang pemain saya: Luis Enrique, Diouf, Dumfries, Darmian yang akan segera kembali. Saya mencintai grup ini dan mereka berada di level Inter,”

Pesan ini menegaskan kepercayaan penuh sang pelatih terhadap skuad internal.

Jadwal Padat, Rotasi Jadi Kunci

Dengan 9 pertandingan dalam 28 hari, Chivu menegaskan pentingnya rotasi dan manajemen energi.

Inter memiliki 25 pemain, dengan 22 pemain lapangan yang siap diturunkan tanpa mengurangi daya saing.

“Bermain tiap tiga hari itu berat. Semua pemain dibutuhkan. Rotasi dan rasa tanggung jawab adalah kekuatan kami,”

Inter Lebih Agresif dan Berani Duel

Menanggapi statistik peningkatan jumlah pelanggaran, Chivu justru melihat sisi positifnya.

“Saya senang jika pemain saya berani duel dan tidak takut melakukan pelanggaran bila perlu. Itu bagian dari sepak bola modern,”

Ia bahkan menanggapi santai label “tim tukang besi” yang disematkan media.

De Vrij dan Frattesi Tetap Dipercaya

Soal Stefan de Vrij dan Davide Frattesi, Chivu menepis kekhawatiran soal masa depan mereka.

“Saya percaya profesionalisme mereka. Mereka pemain penting dan akan mendapatkan kesempatan lebih,”

Chivu menegaskan bahwa kondisi fisik dan pilihan taktik menjadi faktor utama menit bermain, bukan isu non-teknis.

“Memang benar mereka bermain lebih sedikit dibandingkan yang lain, sebagian karena faktor fisik – saya merujuk pada Davide – dan sebagian lagi karena pilihan yang berbeda, mengingat kami juga mulai melakukan rotasi dengan Akanji dan Bisseck di jantung pertahanan,”

“Namun kami tahu siapa Stefan, apa yang ia berikan kepada tim, dan tentu saja dia akan mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain, begitu juga Davide,”

Gol dari Kesalahan Lawan: Ciri Sepak Bola Modern

Menurut Chivu, sepak bola modern semakin menuntut agresivitas dalam merebut bola.

“Ketika merebut bola, peluang mencetak gol jauh lebih besar. Itulah mengapa kami menekan dan bermain lebih vertikal,”

Inter sengaja mengambil risiko pressing tinggi demi menyerang pertahanan lawan yang belum terorganisir.

Persaingan Scudetto Masih Terbuka Lebar

Menutup konferensi pers, Chivu menilai perebutan gelar Serie A masih sangat terbuka.

“Ada lima tim dengan jarak poin yang sangat tipis. Semua masih punya peluang.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa musim masih panjang, dan Inter harus tetap fokus dari satu laga ke laga berikutnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*