Evaluasi Jujur Mkhitaryan soal Awal Inter Milan Era Chivu: “Kami Harusnya Bisa Lebih Baik”

Inter Milan menjalani fase transisi penting musim ini setelah menunjuk Cristian Chivu sebagai suksesor Simone Inzaghi.

Meski hasil awal cukup menjanjikan, gelandang senior Henrikh Mkhitaryan memberikan penilaian jujur terkait performa Nerazzurri di paruh pertama musim.

Menurutnya, Inter sebenarnya memiliki potensi untuk memulai musim dengan lebih baik.

Kepercayaan Besar Inter pada Cristian Chivu

Keputusan Inter Milan mengangkat Cristian Chivu pada Juni lalu sempat memicu tanda tanya.

Pasalnya, pelatih berusia 45 tahun tersebut baru mengoleksi 13 laga sebagai pelatih di Serie A bersama Parma sebelum mendarat di San Siro. Namun, manajemen Inter tampaknya melihat lebih dari sekadar pengalaman singkat.

Chivu tampil impresif bersama Parma pada paruh kedua musim lalu, sekaligus memiliki ikatan emosional kuat dengan Inter sebagai mantan pemain.

Ia adalah bagian dari skuad treble legendaris 2010 di bawah asuhan José Mourinho, sebuah nilai historis yang memberi kepercayaan tambahan dari internal klub dan suporter.

Awal Musim Positif, Tapi Belum Sempurna

Secara klasemen, Inter Milan menutup akhir tahun kalender 2025 sebagai pemuncak Serie A, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa Chivu mampu menjawab keraguan awal.

Namun, kegagalan menyakitkan di Supercoppa Italiana menjadi noda dalam perjalanan mereka.

Berbicara kepada Cronache di Spogliatoio, Mkhitaryan mengakui bahwa performa tim sejauh ini cukup solid, tetapi masih menyisakan ruang perbaikan.

“Kami memulai dengan cukup baik, tetapi menurut saya kami sebenarnya bisa memulai dengan lebih baik lagi,” ujar Mkhitaryan.

Pernyataan ini mencerminkan standar tinggi yang selalu melekat pada Inter, klub yang secara konsisten menargetkan trofi di setiap kompetisi.

Mentalitas Juara dan Proses Jangka Panjang

Mkhitaryan juga menekankan bahwa musim masih panjang dan evaluasi sejati baru bisa dilakukan di akhir kompetisi.

“Jelas, kami baru berada di pertengahan musim, jadi kami harus menuntaskan musim ini hingga akhir,”

Ia mengingatkan bahwa fluktuasi mental adalah hal yang wajar dalam sepak bola, terutama setelah kekalahan besar.

Kekalahan di Supercoppa diakui meninggalkan luka mendalam, baik bagi pemain maupun tifosi. Namun, Inter memilih untuk tidak terjebak dalam kekecewaan.

“Kami sadar bahwa terus memikirkan kekalahan itu tidak akan mengubah masa depan. Kami harus terus fokus pada tujuan kami,” tambahnya.

Pendekatan ini menunjukkan kedewasaan mental skuad Inter, terutama di bawah kepemimpinan pemain-pemain berpengalaman seperti Mkhitaryan.

Dampak Positif Cristian Chivu di Ruang Ganti

Salah satu poin penting dari pernyataan Mkhitaryan adalah energi baru yang dibawa Chivu ke dalam tim.

Meski belum lama menangani Inter, sang pelatih dinilai mampu memberikan sentuhan berbeda, baik secara taktik maupun mentalitas.

“Memiliki Chivu sebagai pelatih memberi kami banyak energi. Dia telah sedikit mengubah kami.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*