Jurnalis Italia Terpikat Andy Diouf Meski Sempat Dikritik di Inter

Perjalanan Andy Diouf bersama Inter Milan sempat tampak berada di ujung tanduk. Datang dengan ekspektasi besar dan banderol signifikan, gelandang muda asal Prancis itu justru mengawali kariernya di Serie A dengan performa yang jauh dari meyakinkan. Namun, angin mulai berembus ke arah berbeda.

Jurnalis ternama Italia, Riccardo Trevisani, kini menjadi salah satu sosok yang paling vokal membela dan memuji Diouf.

Dalam episode terbaru program Trevi Fountain yang dikutip oleh FCInter1908, Trevisani menyatakan kekagumannya terhadap kebangkitan sang pemain di San Siro.

Awal Sulit Andy Diouf di Inter Milan

Inter Milan merekrut Andy Diouf dari Lens pada Agustus lalu dengan nilai transfer sekitar €25 juta. Namun, adaptasinya di Italia berjalan tidak mulus.

Sejauh musim ini Diouf hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam Enam pertandingan, total bermain sekitar 65 menit. Bahkan, ia sempat dianggap sebagai pemain yang berpotensi dilepas lebih cepat dari rencana awal klub.

Situasi tersebut membuat sebagian suporter meragukan kualitasnya, apalagi setelah satu tekel buruk dalam laga debutnya sempat memicu kritik tajam.

Tanda-Tanda Kebangkitan Mulai Terlihat

Dalam beberapa pekan terakhir, Diouf menunjukkan perkembangan signifikan. Meski menit bermainnya masih minim, dampak permainannya mulai terasa.

Menariknya, Diouf juga mampu tampil cukup efektif di sisi kanan, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Denzel Dumfries akibat cedera. Fleksibilitas ini memberi nilai tambah di mata pelatih Cristian Chivu.

Bahkan, muncul kabar bahwa Chivu kini mempertimbangkan Diouf sebagai starter, dengan opsi mencadangkannya Luis Henrique.

Riccardo Trevisani: “Saya Jatuh Cinta dengan Diouf”

Riccardo Trevisani tak ragu mengungkapkan kekagumannya terhadap gaya bermain Diouf.

“Saya jatuh cinta dengan Diouf. Entah menontonnya langsung di stadion atau lewat televisi, tidak ada bedanya,” ujar Trevisani.

Ia menyoroti karakter kuat sang pemain:

“Dia pemain yang berkarakter, selalu meminta bola, selalu berusaha menciptakan peluang, memiliki kaki kiri yang sangat bagus, dan sebenarnya sudah menjadi pemain bagus sejak di Lens,”

Trevisani juga mengkritik kebiasaan sepak bola Italia yang terlalu cepat menghakimi pemain muda.

“Di Italia, seperti sering terjadi, dia langsung dicoret hanya karena satu tekel buruk setelah masuk sebagai pemain pengganti. Padahal dia pemain bagus, dan kamu akan lihat, dia akan menemukan jalannya untuk bermain,”

Kritik Tajam untuk Luis Henrique

Di sisi lain, Trevisani justru melontarkan kritik keras terhadap Luis Henrique, yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi.

“Inter hanya membuat satu kesalahan transfer, dan saya sudah mengatakannya sejak Agustus: Luis Henrique,”

Ia bahkan menyebut nilai transfer sang pemain tak sepadan dengan kualitasnya.

“Dia tidak pantas dihargai €25 juta, bahkan dalam enam kehidupan sekalipun.”

Menurut Trevisani, posisi Henrique akan semakin terancam oleh:

  • Carlos Augusto (bek kiri alami)
  • Andy Diouf (meski bukan winger murni)

Peluang Baru bagi Andy Diouf

Dengan performa yang terus membaik dan kepercayaan yang mulai tumbuh, Andy Diouf kini berada di persimpangan penting kariernya di Inter Milan.

Dari pemain yang nyaris tersingkir, ia berpeluang menjadi solusi tak terduga bagi Nerazzurri di tengah krisis pemain dan kebutuhan rotasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*